CIX Menyuarakan Nurani Anak Muda

en
id

Banyak yang memperdebatkan apakah era generasi keempat K-pop telah usai atau masih berlangsung. Terlepas dari pendapatmu soal isu kontroversial tersebut, tak dapat diragukan bahwa CIX adalah grup generasi keempat yang patut mendapat perhatian. Mulai dari penampilan debut “Movie Star” mereka yang memukau hingga memikat pendengar dan pendengar awam dengan lagu synth-popCinema,” kuintet ini membuktikan bahwa mereka dapat melakukan apa saja. Namun, jika ada satu hal yang bisa kami katakan tentang CIX, mereka tidak hanya menunjukkan dengan apik sisi imut dan sisi seksi mereka, tetapi juga tidak takut untuk menjelajahi sisi gelap kehidupan melalui musik mereka.

BX, Seunghun, Bae Jinyoung, Hyunsuk, dan Yonghee bergabung dengan saya melalui Zoom dengan hiasan latar belakang yang meriah seperti pita biru dan hitam, sepasang sayap malaikat dengan satu sisi berwarna putih dan sisi lainnya berwarna hitam, dan balon perak besar bertuliskan “CIX.” Kamu hampir tidak akan pernah tahu bahwa saat itu, mereka akan merilis EP yang sangat emosional dalam tujuh hari. EP tersebut merupakan akhir dari alur cerita konsep mereka yang dimulai dengan debut mereka pada tahun 2019. Latar belakang ruangan mereka, seperti yang kemudian saya ketahui, ternyata disiapkan untuk siaran langsung comeback grup ini di YouTube setelah wawancara kami. Setelah saling bertukar sapaan ceria, kami memulai wawancara dengan sedikit kegiatan pembuka sebelum membahas tur terbaru dan EP terbaru mereka, ‘OK’ Episode 2 : I’m OK.

Apa yang Membuat CIX Tersenyum Akhir-akhir Ini?

Mengingat saat itu pukul 10 malam di Korea saat kami mengobrol, saya penasaran apakah ada sesuatu yang istimewa yang terjadi pada hari itu (atau akan terjadi) untuk mencerahkan suasana hati grup ini setelah jadwal mereka yang padat. “Mengingat bahwa comeback kami akan terjadi dalam tujuh hari membuat perut saya penuh dengan kupu-kupu. Saya tersenyum begitu bangun tidur,” ujar leader sekaligus rapper utama CIX, BX. Bisa dibilang, ia selaras dengan para penggemar yang cemas menunggu peluncuran musik baru sehingga mereka semua dapat menikmati kesempurnaannya bersama-sama. Terlebih lagi, sudah sembilan bulan lamanya sejak CIX terakhir kali merilis ‘OK’ Episode 1 : OK Not. Jadi, momen ini sudah lama dinantikan.

Di sisi lain, vokalis dan penari utama CIX, Seunghun dan Jinyoung, memikirkan agenda terdekat mereka. “Setelah jadwal hari ini, saya dan para anggota akan makan daging sapi, jadi saya sangat bersemangat,” kata Seunghun sambil nyengir. Sementara itu, Jinyoung, yang duduk bersila dengan satu tangan bertumpu di bawah dagu, berkata, “Saya bisa pulang ke rumah setelah ini dan beristirahat, jadi itu membuat saya tersenyum.” Bagi sebagian orang, hal-hal ini mungkin tampak sepele dan bisa dilakukan kapan saja. Namun, bagi CIX, momen-momen kecil seperti ini—ketika mereka punya waktu luang dan dapat bersantai—yang menambah semangat yang sangat berarti dalam hari mereka, terutama di tengah-tengah persiapan dan promosi album. Akan tetapi, bahkan ketika “mode idol” mereka aktif, grup ini telah memiliki banyak hal yang dapat membuat mereka tersenyum, dimulai dengan tur dunia kedua mereka.

CIX Keliling Dunia

Pada bulan November 2022, hanya enam bulan setelah menyelesaikan tur pertama mereka, CIX mengumumkan tur berikutnya bertajuk “Save Me, Kill Me Tour.” Tur ini dimulai di Seoul di bulan Desember, berlanjut di Eropa pada bulan Januari, dan berakhir di Amerika Serikat pada Maret 2023. Pertunjukan CIX tak hanya penuh dengan karisma; mereka benar-benar terjun ke dalamnya di setiap langkah mereka. Dari pembukaan “Numb” yang menjadi favorit para penggemar, koreografi memukau dari “458,” hingga panggung solo yang menyorot bakat masing-masing anggota, kamu akan benar-benar tenggelam dalam pengalaman tersebut saat CIX bergerak dengan anggunnya dari satu pertunjukan ke pertunjukan berikutnya.

Kini, setelah mereka mengelilingi dunia dan bertemu dengan penggemar mereka (yang dikenal sebagai FIX), para anggota CIX meluangkan waktu untuk berbagi momen-momen yang tak terlupakan dan bagaimana mereka merasa telah berkembang di atas panggung. “Kota yang sangat berkesan bagiku adalah Los Angeles, karena ini adalah kedua kalinya kami mengunjungi kota ini dan penggemar kami di sana sangat bersemangat dan energik. Hati saya sangat tersentuh,” ujar Hyunsuk, yang disambut dengan anggukan setuju oleh semua orang, sementara BX mengacungkan jempol.

Yonghee juga menambahkan pendapatnya tentang apa yang membuat tur kali ini begitu berbeda. “Karena kami telah melakukan tur pertama tahun lalu, kami dapat melakukan sesuatu yang telah kami lakukan beberapa kali sebelumnya, dan kami juga dapat menunjukkan lebih banyak koreografi baru. Dan menurutku kerja sama kami menjadi lebih baik; kami dapat menunjukkan gerakan dan ekspresi yang lebih baik serta lebih bebas di atas panggung, seperti berkomunikasi dengan penggemar, jadi saya pikir itulah yang telah kami kembangkan dari tur tahun lalu.” 

Dan memang benar, mereka telah berkembang. Sungguh menakjubkan dan menginspirasi melihat sebuah grup bertransformasi begitu drastis dalam waktu yang singkat—langsung di hadapan kita juga. Namun, hal tersebut merupakan bukti kerja keras para anggota CIX untuk terus meningkatkan diri mereka sendiri, tidak hanya dalam setiap penampilan, tetapi juga dalam setiap album. Dan tak lama lagi, para penggemar akan dapat menikmati karya yang CIX persiapkan untuk musim semi ini.

Obrolan Album: “Save me, Kill me” dan Anak Muda Masa Kini

Pada tanggal 29 Mei, CIX merilis EP keenam mereka, ‘OK’ Episode 2: I’m OK, bersama dengan single utama mereka yang menyentuh hati, “Save me, Kill me.” Dari segi musik, lagu ini menggabungkan gaya future-bass yang telah populer di kalangan K-pop. Secara lirik, lagu ini menggambarkan cinta yang dulunya dianggap sebagai cahaya di ujung terowongan yang gelap, tetapi kini, seperti yang dikatakan BX, telah menjelma menjadi duka nestapa yang tidak jauh beda dengan neraka. Bagi saya, ini perkenalan lagu yang cukup mengejutkan, tetapi langsung menarik perhatian karena lagu ini bukan hanya merupakan kelanjutan dari EP terakhir CIX, tetapi juga merupakan kelanjutan dari alur cerita yang telah dibuat selama empat tahun. Sepanjang perjalanan grup ini, mereka telah mengangkat topik-topik serius seperti perundungan, kematian, dan sistem pendidikan. Topik-topik ini sebagian besar digambarkan dalam video musik mereka dan episode alur cerita yang menyertainya—semuanya ditandai dengan peringatan konten sensitif.

Namun, dengan I’m OK, khususnya, para anggota CIX ingin menonjolkan inti masa muda dengan segala keindahan, kepedihan, dan kekacauannya. Mereka bahkan menyebutnya sebagai masa yang “paling indah tetapi juga paling tragis” dalam kehidupan. “Album baru ini adalah bagian kedua dan terakhir dari seri ‘OK’ dari album kami,” jelas BX. “Jadi, secara keseluruhan, album ini bercerita tentang anak muda di masa sekarang—keingintahuan, rasa sakit, harapan; kami bernyanyi untuk mereka di album ini.” 

Seunghun juga menambahkan soal bagaimana CIX merangkul sisi yang lebih gelap dan dingin dari diri mereka sendiri saat merekam “Save me, Kill me.” “Kami membayangkan anak-anak muda yang mengembara dan mencoba menemukan sesuatu, tetapi tersesat dalam kegelapan, jadi begitulah cara saya menyalurkan perasaan itu saat mempersiapkan lagu ini,” katanya. Rasa sakit karena kehilangan bagian dari diri sendiri begitu jelas terasa dari semua sudut produksi lagu ini: mulai dari penyampaian vokal, koreografi yang mengalir, hingga terutama kesedihan yang merembes dari video musiknya, semuanya merangkum emosi tersebut dengan sangat hati-hati dan anggun.

Bahkan ketika mereka merasa sedih di kehidupan nyata, sebagian besar anggota tidak segan untuk memberitahu satu sama lain saat mereka butuh bantuan. “Saya pikir kami hanya bertemu dengan siapa pun yang lowong setiap kali kami mengalami kesulitan,” kata Seunghun kepada EnVi. “Kami hanya mengajak seseorang di dekat kami dan menonton video lucu bersama dan hanya tertawa setiap kali ada kesulitan… tertawa bersama adalah obat terbaik bagi kami setiap kali kami merasa tidak enak badan.” Tiba-tiba, ia mengangkat tangannya untuk menunjuk rekan-rekan di sekelilingnya. “Ini keluarga saya.”

Menyampaikan Cinta Terhadap Lagu B-Side Dengan CIX

Di luar single mereka, album terbaru CIX berisi tiga lagu lainnya: “Back To Life,” sebuah lagu balada nan menenangkan tentang anak muda yang ingin kembali ke masa-masa bahagia mereka; “Curtain Call” yang merayakan momen-momen indah di masa muda dan menemukan kenyamanan bahkan di saat-saat yang paling sulit; dan terakhir, “Color” yang menghadirkan riff gitar yang menghanyutkan serta mengungkapkan perjalanan anak muda dan orang-orang yang mencintai mereka.

Karena semua lagu ini memiliki nuansa yang berbeda, setiap anggota memilih lagu yang menurut mereka paling mewakili anggota di sebelahnya. BX, yang bermain dengan gelangnya sebelum menoleh ke Seunghun sambil tersenyum lebar, memulai:

BX kepada Seunghun: Untuk Seunghun, aku akan bilang “Curtain Call” karena menurutku suaranya sangat cocok dengan lagu itu.

Seunghun kepada Jinyoung: (menghabiskan beberapa waktu untuk melirik Jinyoung dari atas ke bawah sambil memikirkan jawabannya) Saya pikir Jinyoung sangat cocok dengan “Save Me, Kill Me” — menurutku ia melakukan pekerjaan yang sangat bagus saat merekamnya dan ia membawa aura yang sangat bagus untuk lagu tersebut.

Jinyoung kepada Hyunsuk: “Back To Life” sangat cocok dengan suara Hyunsuk yang unik dan vibe-nya sendiri, jadi aku akan memilih lagu itu untuknya. (Hyunsuk mengangguk setuju dari belakang)

Hyunsuk kepada Yonghee: (berhenti sejenak untuk menarik benang celana jins hitam sobeknya dan tersenyum) Aku akan memilih “Color” untuk Yonghee karena menurutku kepribadiannya yang baik dan ramah tergambarkan sekali melalui lagu ini.

Yonghee kepada BX: Saya juga teringat “Color” ketika saya melihat BX karena dia selalu menjadi orang yang membuat anggota lain tertawa dan “Color” mungkin akan menjadi satu-satunya lagu yang sangat cerah dan penuh harapan dari EP ini, jadi lagu itu sangat mengingatkanku padanya.

 

Meskipun kebanyakan musisi cenderung merilis musik yang ceria di musim semi, CIX memilih untuk menunjukkan melodi yang lebih lembut dan lebih intim untuk mencerminkan pesan yang ingin mereka sampaikan. Setelah mendengarkan lagunya pertama kali, “Back To Me” menjadi lagu yang paling melekat di pikiran saya, jadi saya—seperti pesan lagu itu—penasaran apakah ada masa-masa bahagia yang ingin dihidupkan kembali oleh para anggota CIX.

Saya pikir setiap jadwal yang membolehkan kami melihat dan berinteraksi dengan penggemar adalah momen paling membahagiakan yang ingin saya nikmati kembali.

“Walaupun jadwal kami bisa sangat padat, saya pikir momen paling membahagiakan bagi saya adalah saat kami berkomunikasi dengan penggemar dan bersenang-senang di atas panggung bersama,” jawab Jinyoung. “Jadi, saya pikir setiap jadwal yang membolehkan kami melihat dan berinteraksi dengan penggemar adalah momen paling membahagiakan yang ingin saya nikmati kembali.”

Yonghee menambahkan, “Akhir-akhir ini, saya memikirkan era debut kami; saya ingat ketika kami masih sangat polos dan canggung, karena saat itu kami baru pertama kali bertemu dan bekerja sama. Jadi, saya pikir, bahkan masa itu begitu berharga dan saya ingin kembali ke sana. Jika saya bisa merasakannya lagi, pasti seru sekali.”

 

Menjadi Grup Gen Z dan Mewakili Kaum Muda

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, generasi keempat K-pop (yang sebagian besar terdiri dari Gen Z) telah mendominasi panggung dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari meramaikan “demam” challenge TikTok hingga membuat fancam yang viral dan, tentu saja, menunggangi gelombang kebangkitan Y2K, ada banyak sekali momen penting yang mungkin dapat kita sebutkan di luar kepala. Namun, bagi CIX, identitas mereka sebagai grup Gen Z jauh melampaui tren terbaru saat ini. Sebaliknya, grup ini lebih berfokus menciptakan hubungan yang lebih akrab dengan kelompok sebaya mereka. Bagi CIX, ini adalah kekuatan mereka sebagai artis muda dengan penggemar muda.

“Kami mencoba menggambarkan apa yang dialami oleh anak muda, seperti masalah, isu, dan kebahagiaan mereka, apapun yang mereka sukai, semacam itu,” jelas Hyunsuk. “Kami mencoba menggambarkannya dalam konsep, musik, dan video kami sehingga orang-orang dan rekan artis yang berpromosi bersama kami, dan publik yang mendengarkan kami, dapat benar-benar nyambung dengan konsep kami… sehingga mereka dapat teringat akan kebahagiaan mereka, seperti apa obat untuk menghadapi kesulitan mereka, tantangan mereka, dan isu-isu apa saja yang perlu kita perhatikan untuk anak muda.” Upaya CIX tidak sia-sia; dengan komentar yang membanjiri video musik “Save me, Kill me” yang mengatakan hal-hal seperti “Konsep seperti ini patut diperhatikan—sangat indah dan menyakitkan” atau “Ini bukan sekadar video musik, ini adalah sebuah cerita yang membawa kesadaran dan pelajaran.”

Yonghee juga mengungkapkan apa yang menurutnya merupakan nilai jual CIX. “Saya pribadi percaya bahwa video musik kami sangat keren untuk ditonton, dan video yang mendatang ini [‘Save me, Kill me’] jelas merupakan sesuatu yang berbeda dari video sebelumnya. Jadi, jika kamu menonton video yang baru ini sambil menonton ulang video—video sebelumnya, saya pikir kamu benar-benar dapat merasakan berbagai pesona CIX—kalian pasti akan jatuh cinta dengan kami.” 

We try to portray what our youth goes through, like their problems, issues, and their happiness.

Apa yang Selanjutnya Untuk CIX?

Dari segi musik, CIX telah mencoba berbagai macam suara dan konsep yang berbeda, dan ini telah membantu mereka mengumpulkan banyak penggemar yang terus mengikuti perkembangan mereka di setiap karya mereka. Namun, adakah hal menarik lain yang belum mereka lakukan? “Saya rasa saya sudah pernah mengatakan ini sebelumnya, tapi saya ingin mencoba hip-hop lawas, mungkin sesuatu dari tahun 80-an dan 90-an,” kata Seunghun. “Mungkin kami bisa menginterpretasikannya ke dalam warna kami sendiri, jadi jika kami melakukan tur Amerika Serikat lagi, akan sangat menyenangkan untuk memiliki suara seperti itu dan membagikannya dengan FIX Amerika.”

Dan berbicara tentang FIX, grup ini mengatakan bahwa mereka memiliki lebih banyak rencana untuk penggemar mereka ketika saatnya tiba. “Untuk album ini, kami telah mempersiapkannya dengan sangat, sangat keras untuk membuatnya menjadi album yang sangat bagus,” kata BX. “Saya harap semua orang dapat menantikannya, dan kami berencana untuk bertemu dengan FIX Korea dan juga FIX di seluruh dunia sebanyak mungkin, jadi saya harap kalian tetap mengikuti kegiatan kami di masa depan dan memberikan banyak dukungan untuk album ini.” Sebelum kami mengakhiri pembicaraan dan mengucapkan selamat tinggal, Yonghee dan Hyunsuk mengepalkan tangan mereka untuk mengatakan, “Fighting!”, dan Jinyoung menutup perbincangan dengan mengacungkan jempol dan kelingkingnya serta menggoyang-goyangkannya gaya Hawaii. Ya, CIX memang sekeren yang kamu bayangkan.

Foto oleh Natalie J Photography

Dengarkan album mini terbaru CIX, ‘OK’ Episode 2: I’m OK, di Spotify dan Apple Music.

Untuk melihat lebih banyak lagi foto-foto eksklusif dan di balik layar bersama CIX, pastikan untuk membeli edisi Gen Z kami di sini!